Wednesday, November 28, 2007

YM & singapore

YM.
Just two words. It is mean Yahoo Messenger. A lot of people around the world using this tools, and they agree that this softwarem, which is developed by Yahoo! inc, has bring enjoyable experience to our home. Yeah, its true. But, anyway... Me my self never use this software. Gaptek? its oke, coz my company did not allow his employee ber YM-ria. Untill one day...my friends told me that i can install YM in my office computer. I tried it, and it worked!! wow..suprise..suprise..!!! Slowly but sure..i tried to discover and play YM. But not good enough, coz the internet connection is very slowly..uh...bete deh. Akhirnya aku nyerah deh. lagian aku gak terlalu suka juga ber YM ria, coz i think it wasting our time. Ngapain ngobrol di komputer berjam-jam, rugilah..
Tapi itu dulu...sekarang gak lagi. Aku lgi asyik-asyiknya nih ber YM ria. Ternyata bisa juga nambah ilmu, nambah pengetahuan dan terutama nambah temen..seperti saat ini,  aku dapat temen baru dari singapura. She told me that she already 10 years in singapore. Originally from medan, orangnya asik diajak ngobrol, work as consultant, cuman yang bikin aneh...kok istilah gaptek dan warnet aja she doesn't know ya..hahaha....Maklum, 10 years in spore..jelaslah...meneketehe dia istilah kayak gitu. 10 tahun yg lalu di indonesia aja belum ada istilah itu. Ya wajarlah..Apalagi kalo istilah gaul seperti brekele, jayus, pewe, dll..bakalan gak ngerti deh dia. Oke, thanks to YM, i got new friend from singapore!!! And i will find another else..will see..

You Are Loved (Don't Give Up) - Josh Groban

 Don't give up
It's just the weight of the world
When you're heart's heavy
I...I will lift it for you

Don't give up
Because you want to be heard
If silence keeps you
I...I will break it for you

Everybody wants to be understood
Well I can hear you
Everybody wants to be loved
Don't give up
Because you are loved

Don't give up
It's just the hurt that you hide
When you lost inside
I...I will be there to find you

Don't give up
Because you want to burn bright
If darkness blinds you
I...I will shine to guide you

Everybody wants to be understood
Well I can hear you
Everybody wants to be loved
Don't give up
Because you are loved

You are loved
Don't give up
It's just the weight of the world
Don't give up
Every one is to be heard
You are loved
 
 
 
 

Sunday, November 25, 2007

Evaluasi Training

    Perkembangan bisnis dewasa ini tidak bisa dipungkiri, berkembang sangat cepat dan dinamis. Pertumbuhan jumlah penduduk, akselerasi penemuan dan inovasi produk baru menuntut perusahaan untuk selalu bersikap proaktif meningkatkan kinerja sumber daya manusia agar selalu up to date dengan perkembangan jaman. Maka, banyak sekali bermunculan pelatihan-pelatihan yang diadakan untuk meningkatkan kompetensi karyawan. Namun, selama ini yang menjadi kendala adalah, apakah ada suatu metode yang bisa mengukur seberapa efektifkah pelatihan yang diberikan? apakah pelatihan tersebut merupakan cost center only, or bisa juga meningkatkan benefit bagi perusahaan? Jawabannya, Ada! Yaitu dengan melakukan Evaluasi training. Mau tau...yuukksss....
 
PENTINGNYA EVALUASI TRAINING
    Evaluasi Training umunya dilaksanakan untuk:
1. Mengetahui tingkat efektifitas training yang diselenggarakan
2. Continuous Emprovement (training berkelanjutan)
 
5 LEVEL EVALUASI TRAINING
    Pada dasarnya, sebelum mengukur efektivitas training yang diselenggarakan harus jelas terlebih dahulu sasaran dari setiap training yang diadakan. Sasaran training yang didefinisikan dengan jelas dan spesifik sangat membantu dalam menentukan evaluasi training yang akan dilakukan.
 
Level 1: Reaction
    Evaluasi ini mengukur bagaimana reaksi kepuasan peserta training terhadap program training yang diikuti berdasarkan presepsi dan apa yang dirasakan oleh peserta. Hal yang diukur mencakup materi training, fasilitator dan fasilitas training
 
Level 2: Learning
    Evaluasi tingkat 2 mengukur seberapa jauh dampak program training yang diikuti peserta dalam hal peningkatan pengetahuan, keahlian, dan perilaku mengenai suatu hal yang dipelajari dalam training. Biasanya data evaluasi diperoleh dengan membandingkan hasil dari pengukuran sebelum training (pre-test) dan sesudah training (post-test) dari setiap peserta.
 
Level 3: Application/Behaviour
    Evaluasi dilakukan sebagai usaha untuk mengetahui apakah pengetahuan, keahlian dan perilaku serta sikap yang baru sebagai dampak dari program training, benar-benar dapat dimanfaatkan dan diaplikasikan di dalam perilaku kerja sehari-hari dan berpengaruh secara signifikan terhadap pencapaian sasaran kerja individu dan organisasi.
 
Level 4: Result/Business impact
    Tingkat ini mengukur keberhasilan program training dari sudut pandang bisnis dan organisasi. bagaimana hasil training berpengaruh terhadap bisnis atau lingkungan kerja/bagian yang disebabkan karena adanya peningkatan kinerja peserta training. Alat ukur yang biasa dipakai adalah kuantitas, kualitas, waktu, habits, cost dan customer satisfation yang berhasil ditingkatkan (atau diturunkan) oleh peserta training.
 
Level 5 : Return of Training Investment (ROTI)
    Evaluasi ROTI dilakukan untuk mengetahui tingkat pengembalian investasi yang telah dikeluarkan untuk training pemgembalian invesgtasi yang telah dikeluarkan untuk training.
 
Taken form the book:
 How to measure the 5 levels of Training Evaluation
 
 

Thursday, November 15, 2007

Konsep pelatihan

If a man doesn’t have skill, TRAIN
If he has the skill, but doesn’t performm, MANAGE

Mengapa harus ada Pelatihan

Pertumbuhan yang tumbuh dan berkembang sudah tentu membagi kegiatan-kegiatannya dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Akselerasi pertumbuhan perusahaan, sering kali menuntut anggota di dalamnya untuk berkembang lebih cepat. Keduanya saling berpacu di lintasan “running track” yang menantang. Oleh karena itu, diperlukan suatu cara yang dapat mempercepat sinkronisasi antara pertumbuhan perusahaan dengan pertumbuhan pengetahuan karyawan. Cara ini disebut dengan pelatihan. Dengan melakukan pelatihan, diharapkan akan menutup gap, kesenjangan pengetahuan, keterampilan dan sikap seseorang untuk memenuhi tuntunan posisi maupun jabatan tertentu.
”We belive that people make difference...,in my company, people grow with the bussiness” (Ferry Soetikno, Best CEO 2006)

Model Proses Pelatihan

Ada 6 langkah dalam proses pelatihan, yaitu:

1. Identifikasi kebutuhan pelatihan (IKP)

2. Penetapan sasaran pelatihan

3. Mendesain program pelatihan

4. Pelaksanaan program pelatihan

5. Evaluasi pelatihan

Ada 2 pendapat mengenai model di atas. Pendapat pertama merupakan konsep tradisional, dimana setiap tahap dianggap sebagai kegiatan yang berdiri sendiri dan hubungannya berupa urutan logis saja. Sayangnya, banyak sekali perusahaan yang masih belum care, belum aware, mengenai konsep ini sehingga konsep ini masih digunakan.

Pendapat kedua, setiap tahapan dianggap sebagai sub-sistem yang saling bergantung dan berkaitan erat antara satu dengan yang lain, sehingga secara keseluruhan merupakan suatu sistem proses pelatihan.

Apa yang membedakan keduanya? Pemikiran tradisional, seringkali melakukan IKP secara dangkal dan kurang matang. Akibatnya, sasaran pelatihan dirumuskan terlalu umum, tidak dapat diukur, atau kurang jelas batasannya dan kurang dekat dengan kebutuhan pelatihan yang sebenarnya. Sehingga, desain program pelatihan pun kurang dapat menyentuh dan menjawab kebutuhan yang sebenarnya. Justru, jauh dari harapan peserta pelatihan.

Pemikiran yang menganggap pelatihan sebagai suatu sistem, mencoba mengaitkan nasil-hasil dari setiap sub-sistem atau sub-proses. Hasil tersebut tidak dianggap sebagai hasil akhir, tetapi secara kontinyu dikaji dan diartikan kembali. Hasilnya adalah pertanyaan, jawaban dan tindakan spesifik pada sub proses yang lain. Diharapkan program pelatihan bermanfaat bagi mereka yang mengikutinya, yaitu sesuai dengan kebutuhan peserta.

Penutup

Pelatihan perupakan suatu cara, metode yang bertujuan mengisi gap dan kesenjangan pengetahuan, keterampilan dan sikap seseorang dengan tuntutan pekerjaannya. Model pelatihan dapat menganut konse tradisional maupun menganut konsep sistem. Silakan memilih.

Jenis-jenis Pelatihan

Pelatihan dibagi menjadi 2, yaitu
 
I. Berdasarkan Tempat
pelatihan dibedakan menjadi:
    A. Off the job training
       Metode-metode yang digunakan diupayakan sedekat-dekatnya sehingga menggambarkan realita pekejaan yang sebenarnya, lantara lain : kasus, simulasi
 
    B. On the job training
        Pelatihan ayng diselenggarakan di dalam tugas-tugas nyata. Bentuk bentuknya antara lain yang dikenal:
        1. Rotasi tugas (mutasi)
        2. Magang
        3. Komite-komite
       4. Proyek
 
II. Berdasarkan program
    A. Orientasi (Induksi)
        bertujuan memperkenalkan karyawan baru dengan organisasinya, values yang di anut, serta hal lain yang berkaitan dengan lingkungan kerja yang baru
    B. Pelatihan teknis khusus.
        Tujuannya mengajarkan keterampilan-keterampilan teknis yang baru atau meningkatkan yang sudah dimiliki.
    C. Pelaksanaan teknis semi professional
    D. Pelatihan professional
    E. Program pelatihan khusus
    F. Program pelatihan supervisi
 

Perumusan Sasaran Pelatihan

4 komponen Tujuan intruksional/sasaran  terdiri dari rumus ABCD, yang bila dijabarkan menjadi:
A = Audience
peserta yang harus mengerjakan perbuatan yang dinyatakandalam tujuan
B = Behaviour
Perilaku yang diharapkan dapat dilakukan oleh peserta setelah mereka mengikuti pelatihan
C = Condition
Syarat yang harus dipenuhi pada saat perilaku dilakukan peserta pada saat dievaluasi
D = Degree
tingkat keberhasilan yang harus dicapai peserta
 
Tujuan Instruksional mempunyai 3 kawasan belajar, yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik
 
1. Kognitif
mengutamakan ingatan dan mengungkapan kembali sesuatu yang telah dipelajari, menggabungkan ide, memcahkan persoalan.
Tujuan Intruksional yang berdomain kognitif berhubungan dengan apa yang harus diketahui, dimengerti, atau diinterpretasikan oleh peserta
 
2. Afektif
mengutamakan perasaan , emosi atau sikap. Tujuan instruksional yang berdomain ini berhbuungan dengan cara-cara bagaimana orang harus merasakan sesuatu (contoh: mengapresiasikan musik)
 
3. Psikomotorik
mengutamakan keterampilan otot atau gerak. Cara-cara mendemonstrasikan sesuatu.
 
Klasifikasi Taxonomi Bloom:
Kognitif:
- pengetahuan
- pemahaman
- penerapan
- analisis
- evaluasi
 
Afektif
- penerimaan
- pemberian respon
- penilaian (values)
- pengorganisasian
- pelukisan watak (motivasi, harapan)
 
Psikomotorik
- gerakan anggota badan
- mimik
- perilaku bicara
 
Dalam merumuskan sasaran atau tujuan instruksional harus berdasarkan pada analisis kebutuhan pelatihan. disamping itu perumusan sasaran harus mempertimbangkan cara evaluasinya.
Misal: setelah pelatihan, peserta dapat mengetik dengan kecepatan minimal 200 kata per menit dengan mempergunakan mesin ketik Canon.
 
Pada kasus diatas, mudah sekali mengukur kemampuan mengetik. Yang harus juga dipertimbangkan adalah hubungan antara perumusan sasaran dan evaluasi. Evaluasi merupakan suatu alat yang mendeteksi keefektifan suatu pelatihan. Tanpa evaluasi akan sulit menilai keberhasilan suatu pelatihan. Selain itu, metode dan pemilihan metode merupakan elemen yang berhubungan erat dengan evaluasi, sasaran dan kebutuhan.

Tuesday, November 13, 2007

TNA:Find the way out

1. Cari definisi yang benar, kejar terus sampai intinya dari yang memberi tugas.
Alasan: supaya tidak buang waktu, sudah capek bikin TNA ternyata tidak sesuai order
2. Bedakan setiap harapan yang disampaikan menjadi modul-modul. Buat program, dan buat jadi beberapa modul
trus..??